Jumat, 28 September 2012

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN DUNIA KE ARAH GLOBALISASI DI BIDANG TEKNOLOGI

Era di masa kini adalah era dimana teknologi informasi semakin berkembang pesat dan canggih serta manusia dapat ‘bertemu’ dengan mudahnya melewati jarak dan waktu. Era inilah yang disebut dengan globalisasi. Banyak terdapat pro-kontra mengenai globalisasi ini karena kehadirannya yang berdampak positif sekaligus negatif. Masyarakat Sipil Global (MSG) adalah salah satu bentuk respon dari adanya globalisasi. Seperti yang diutarakan oleh Kaldor, Anheier dan Glasius, MSG akan selalu berkaitan dengan globalisasi apapun bentuknya. Bisa merupakan pendukung, penentang, dan yang lainnya (Dharmaputra 2012). Hal ini dikarenakan MSG itu sendiri hadir karena adanya globalisasi.
 Dampak dari adanya globalisasi ini, seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat dampak positif dan negatif. Positifnya adalah manusia menjadi lebih mudah berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka berada, selain itu juga dapat bepergian dengan mudah juga dapat mengetahui berbagai informasi hanya dengan satu kali klik saja melalui internet. Sementara dampak negatifnya adalah meningkatkan kemiskinan, ketidaksetaraan yang lalu menyebabkan kekurangan gizi dan meningkatnya tindak kriminal, kemudian rusaknya lingkungan karena penggunaan sumber daya alam untuk pembangunan secara semena-mena, dan lain sebagainya (Wade, n.d: 109). Akibat dari dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi itulah yang membuat MSG muncul. Namun kemudian, walaupun Kaldor dkk berpendapat bahwa MSG ini bisa saja terdiri dari pendukung globalisasi, MSG ini cenderung lebih banyak merupakan aksi penolakan atau penentangan dari globalisasi.
 Gerakan-gerakan dari MSG yang ada saat ini biasanya berupa penentangan terhadap produk dari globalisasi. Ini sesuai dengan tulisan yang ditulis oleh Chesters yang berjudul ‘Global Complexity and Global Civil Society’. Misalnya saja, MSG bertarget menentang G8, World Trade Organization (WTO), World Bank atau International Monetary Fund (IMF) dimana aksi yang dilakukan itu sangat besar dan bertujuan agar para pemimpin dapat merubah tindakan politisnya sesuai dengan yang disuarakan oleh MSG tersebut. Kemudian, salah satu badan koordinasi yaitu People’s Global Action (PGA) telah menjadi penggerak utama di balik sebagian besar mobilisasi anti kapitalis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk protes yang dilakukan di London, Seattle, Prague, Gothenburg dan Genoa (Chesters, 2004: 333-334).
 MSG menurut Gramsci adalah sesuatu yang bukan negara dan bukan pasar sehingga MSG berada diantara keduanya (Dharmaputra 2012). MSG ini dapat tercipta ketika adanya keinginan bersama untuk mencapai tujuan tertentu dan seharusnya MSG ini jauh dari tindakan kekerasan serta ingin menciptakan kebaikan publik. Nilai-nilai yang dijunjung pun merupakan nilai kemanusiaan dimana inilah yang nantinya akan diperjuangkan. Bentuk-bentuk dari MSG ini tidak melulu hanya berupa badan koordinasi seperti PGA namun bisa juga berupa International Non-Governmental Organization atau INGO yang saat ini juga sedang menjamur dimana-mana. Hal yang paling penting adalah, MSG dapat dikatakan sebagai MSG jika skalanya setidaknya sudah melebihi dua atau tiga negara sehingga sudah transnasional (Dharmaputra 2012).
 MSG pada dasarnya memang bertujuan baik karena goal nya adalah demi terciptanya kebaikan publik dan keinginan untuk memengaruhi tindakan-tindakan politis dari para penguasa atau pemimpin. Lalu, masalahnya adalah, bagaimanapun juga keputusan-keputusan yang dibuat itu tetap saja negaralah yang memiliki otoritas tertinggi sehingga bisa saja apapun yang dilakukan oleh MSG ini nantinya tidak akan terpengaruh jika pemerintahannya memang tidak menjujung tinggi demokrasi, pemimpinnya otoriter ataupun dikarenakan para pejabatnya yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan orang lain termasuk rakyat yang diwakilkannya.
MSG merupakan gerakan sosial yang merupakan di luar pemerintahan juga di luar pasar serta terdiri dari dua atau lebih negara sehingga setidaknya bersifat transnasional, memiliki tujuan untuk membuat kebaikan publik dan berusaha agar dapat memengaruhi tindakan politis di suatu negara serta dapat berupa badan koordinasi, INGO, atau yang lainnya dimana poin utamanya adalah MSG ini merupakan respon dari produk-produk globalisasi.

1 komentar: